Archive for May 2009
Nama perusahaan kok singkat banget, Du
“Du”, ya cuman 2 huruf nama perusahaan saya ini. Walau demikian sebenarnya nama perusahaan
resminya adalah Emirates Integrated Telecommunications Company PJSC. Du adalah “brand” nama
operator dan juga dipakai sebagai nama dagang di bursa saham di UAE. Dan untuk orang UAE, nama
“du” tidak asing karena di sini hanya ada 2 operator telekomunikasi, yakni etisalat dan du.
Lalu apa itu “Du”? Coba lihat-lihat websitenya di www.du.ae agar lebih mengerti
Anda bekerja di perusahaan yang punya nama perusahaan lebih singkat daripada saya?
Benefit bekerja di operator seluler di Dubai
Seringkali teman-teman bertanya, apa benefit bekerja di operator seluler di Dubai, dalam kasus saya di du (www.du.ae)?
Benefitnya cukup banyak, tapi jangan dibandingkan dengan benefit di sektor oil&gas/konstruksi yang jauh lebih dahsyat.
1. Tunjangan rumah
Fungsi tunjangan rumah adalah untuk membayar biaya sewa rumah.
Pada saat awal bergabung, maka kita akan diberikan X kali lipat dari tunjangan rumah bulanan kita
untuk digunakan membayar sewa rumah. Setelah itu, tunjangan diberikan bulanan.
Tergantung memanfaatkan tunjangan rumah ini dan kondisi pasar properti, maka kita bisa nabung atau nombok dari uang
tunjangan rumah ini.
Besarnya tergantung grade/level kita. Tapi lumayan OK lah daripada gak dikasih.
2. Tunjangan transportasi
Diberikan agar pekerja memiliki ongkos untuk pulang pergi dari kantor. Di Dubai tunjangan ini cukup untuk menyicil
pembelian mobil yang harganya memang relatif murah di Dubai.
Besarnya tergantung grade/level kita. Tapi lumayan OK lah daripada gak dikasih.
3. Tunjangan Relokasi
Diberikan berupa 20ft container untuk mengangkut barang2 dari tempat asal kita ke Dubai. Tunjangan ini tidak saya pakai
karena saya gak punya barang apa2 untuk diangkut ke Dubai dari Indonesia/Singapura. Tunjangan ini tidak bisa diuangkan
jadi kalau tidak dipakai ya hangus.
4. Tunjangan Pendidikan anak
Diberikan untuk anak kita yang berumur 4-18 tahun. Besarnya 12rb AED/year. Jumlah yang kecil di Dubai ini, namun OK lah
daripada gak dikasih
5. Tunjangan Telepon
Ya buat nelpon. Jatah saya relatif kecil tapi sejauh ini, tagihan telepon saya selalu 0, karena telepon internasional
dapat diskon 50% dan rate-nya khusus pegawai Du. Sementara telepon ke telepon rumah di Dubai juga gratis.
6. Tunjangan tiket pesawat PP ke negara asal
Patokannya tiket ekonomi menggunakan airline Emirates dengan harga tiket ekonomi termahal untuk setiap anggota keluarga.
Jadi bisa disiasati untuk menggunakan airline yang lebih murah atau ambil tiket yang lebih murah jadi bisa disimpan sisanya.
7. Tunjangan kesehatan
Berupa asuransi kesehatan, intinya biar berobat gratis untuk seluruh anggota keluarga. Asuransi meliputi seluruh negara kecuali
US/Canada. Tapi di sini ada American Hospital, jadi sama saja seperti berobat di US.
8. End of Service Benefit
Jadi suatu ketika kita mengundurkan diri, kita akan mendapatkan pesangon yang besarnya tergantung berapa lama kita sudah bekerja
di perusahaan. Minimal dihitung 21 hari kerja relatif terhadap gaji pokok bulanan
9. Jatah Cuti
– Normal Cuti: 30 Hari Kerja setaun atau 1,5 Bulan
– Cuti Haji : Kalau haji dapat cuti tambahan khusus untuk haji
– Compassionate Leave: Kalau ada famili yang meninggal maka dapat cuti 7 hari + tiket PP untuk balik ke rumah
10. Gaji Pokok + Bonus
Ya kalau gak digaji pokok, gimana bisa makan sehari2.
sekilas biaya hidup di Dubai
Sekilas tentang biaya hidup di Dubai
Setelah 9 bulan tinggal di dubai, tepatnya sejak 9 september 2008, penulis ingin berbagi informasi
tentang dubai, khususnya tentang biaya hidup di Dubai. Tulisan ini sifatnya subjektif berdasarkan
pengalaman penulis saja.
Tempat Tinggal
————–
Seperti umumnya berkelana, bekerja, bertempat tinggal di semua tempat, ongkos terbesar di Dubai
jatuhnya juga di ongkos tempat tinggal. Ada tempat yang mahal ada tempat yang murah. Tinggal dipilih
sesuai budget dan kondisi tempat tinggal.
Saat ini saya tinggal di Dubai Marina, sebuah area yang saya pilih karena banyak faktor:
1. Dekat kantor (kantor saya di Dubai Media City)
2. Dekat masjid
3. Dekat tempat makan
4. Dekat supermarket
Terlepas dari perhitungan di atas, ada hal2 baru yang semakin membuat saya senang2 saja tinggal di sini:
1. Dekat dengan stasiun Dubai Metro alias kereta KRL-nya Dubai yang akan mulai beroperasi 9/9/2009
2. Dekat dengan Mall (Marina Mall)
3. Selama 9 bulan di sini, mencari taxi sangat mudah, bahkan saya rata2 keluar dari rumah sekitar
pukul 8.30 – 8.45 untuk mencapai kantor sebelum 9.00
Dekat disini berarti saya bisa menjangkaunya dengan jalan kaki (jaraknya sktr 1 – 1,5km), mirip
dengan jarak rumah dan SMP saya dulu yang saya tempuh dengan jalan kaki juga.’
Lalu berapa sewanya waktu itu? Saat ini saya sewa apartemen (dng 1 kamar tidur)
Angka sewanya adalah 110rb AED/tahun, namun saya hanya sewa 11 bulan atau seharga sekitar 100rb AED
(kurs saat ini sktr 280jt) yang pembayarannya dilakukan 2 kali di muka.
Apakah harga ini murah? Tidak, ini adalah harga mahal, namun karena ada jatah dari kantor ya saya
ambil saja. Pilihan saya waktu itu cuman 2:
1. nyaman tapi mahal dan tidak bisa menabung dari jatah tunjangan rumah dari kantor (bahkan mungkin nombok)
2. murah sehingga tapi akan mengalami kesulitan utamanya di urusan waktu dan transportasi
Akhirnya saya pilih nomor 1, dan memang sangat terasa mahalnya, hehehehe.
Namun Dubai Marina bukan satu2nya tempat tinggal di dubai. Di sekitar kantor ada tempat2 favorit yang dihuni
teman-teman seperti The Greens, Discovery Garden, Al-Barsha, TECOM, Green Gardens dan lain sebagainya,
namun cuman di Dubai Marina saja paling dekat dengan kantor.
Terlepas dari advantage tempat tinggal saya, ada pula disadvantage tempat tinggal saya, antara lain:
1. Tinggal di tempat yang tinggi (lt. 14) kurang disukai, walau akhirnya biasa-biasa saja.
Pernah kita turun 14 lantai karena alarm kebakaran berbunyi, dan terasa tegang & capeknya, hehehehe.
2. Agak jauh dari teman-teman baik saya yang kebanyakan tinggal di The Greens (geng Hijau)
Buat anda-anda yang ingin menghemat anda bisa tinggal di tempat yang agak jauh, bahkan jauh sekalian seperti
di Sharjah.
Berita gembiranya, seiring krisis moneter, harga2 rental di Dubai turun drastis (bisa sampai 40% turunnya – konon)
Makan-Minum sehari2
——————-
Ongkos terbesar kedua setelah tempat tinggal adalah biaya makan sehari-hari. Rata-rata kita belanja menghabiskan
sekitar 3000 – 4000 AED/sebulan untuk makan sehari2.
Supermarket utama kita adalah Spinneys (http://www.spinneys.com/) yang berjarak 300m dari rumah.
Spinneys tergolong supermarket dengan harga sedikit mahal, dibanding tempat belanja yang lain semisal Lulu Hypermarket
(http://www.luluhypermarket.com/), Geant (http://geant-dubai.com/), atau Carrefour (http://www.carrefouruae.com).
Kalau dihitung dengan kasus sedang malas masak atau sedang jalan2 dan makan di luar kita bisa habiskan sampai 5000 AED/bulan
(kurs saat ini sktr 14jt rupiah).
Sekolah anak2
————-
Bagian ini saya lewatkan karena anak saya masih kecil (dibawah 2 tahun) belom bersekolah, tapi sekolah di Dubai memang
terkenal mahal.
Transportasi
————
Transportasi menggunakan taxi relatif mahal, ongkos buka pintu adalah 3 AED (8500 rupiah), setelah itu ya tergantung waktu
dan jarak tempuh. Saya sering menggunakan taxi waktu berangkat dari rumah ke kantor karena faktor malas jalan waktu pagi
dan habis sekitar 10 AED (atau 200 AED sebulan).
Transportasi menggunakan bis umum hanya 2 atau 2.5 AED (5500 rupiah) jauh dekat bayar sama.
Saya sudah beberapa kali menggunakan jasa bis umum ini, utamanya jika ingin ke daerah-daerah yang jauh semacam Bur Dubai, Deira,
tentunya untuk menghemat uang. Bisnya nyaman sekali karena ada AC-nya, sekelas bis umum di Singapura lah.
Yang kurang dari transportasi bis umum hanya karena datengnya jarang-jarang, haltenya tidak semuanya ber-AC (misal halte-halte
bis di area kantor saya (Dubai Media City) tidak ada satupun yang ada AC-nya), dan pada musim panas perlu jalan kaki
agak jauh ke haltenya (ini relatif)
Transportasi lain adalah menggunakan jasa-jasa car lifting, ibarat travel gitu lah, yang konon kabarnya bayarnya langganan bulanan.
Saya kurang tau tentang ini, tapi ini adalah opsi-opsi yang banyak dipakai oleh rekan-rekan yang tempat tinggalnya jauh dari kantor
untuk hemat waktu dan duit. Dan juga jasa-jasa car lifting gelap, jadi orang punya mobil trus nawarin tumpangan tapi bayar, yang ini
saya kadang pakai
.
Transportasi lain adalah kereta (Dubai Metro), ini belom ada karena baru mau beroperasi.
Intinya ongkos transportasi bisa mahal, bisa murah, bisa susah, bisa mudah tergantung letak rumah anda dan kantor anda.
Transportasi favorit jelas adalah mobil sendiri
, namun kalau sudah masuk area mendapatkan SIM alias surat ijin mengemudi,
maka urusannya jadi ribet dan mahal (saya pribadi sudah habis gak kurang dari 7K AED untuk mendapatkan SIM, lebih murah kalau anda sudah
pernah punya SIM > 1 tahun dan tidak mengambil kelas VIP).
Mobil pribadi menjadi pilihan kebanyakan orang karena harganya juga tidak mahal. Contohnya adalah
- Honda Accord (Standard Option) 2009, 3.5 L di Dubai hanya 100rb AED atau sktr 280jt rupiah, sementara di Indonesia, mulai 700jt rupiah
Selisih harga ini mirip2 dengan Toyota Camry di Dubai vs di Indonesia
- Toyota Land Cruiser 2009 bisa didapat dari harga 150rb-an AED atau mulai 450jt rupiah, sementara di Indonesia harganya mulai 1,5 Milyard rupiah
Selain harganya yang tidak mahal, mobil bisa dibeli dengan kredit/hutang kepada bank yang juga mudah diperoleh (tapi saat ini lebih susah).
Middle East memang surganya mobil kata beberapa teman, mobil bukan barang mewah di sini kecuali mobilmu adalah model2 kelas atas dari
merk semacam Porsche, Ferarri, Lamborghini, Bentley, Mercedes Benz, BMW.
Intinya untuk mobil pribadi di dubai, SIM-nya susah & mahal, tapi mobilnya terjangkau
.
Lain-lain
———
Biaya lain2 antara lain:
- Biaya Telepon:
Ini saya kurang tau, habisnya saya kalau nelpon gratis sih. Telepon ke rumah di Indonesia pun
dapat tarif khusus sehingga, tunjangan telepon masih mencukupi (alias gratis). Perlu dicatat
di UAE, layanan VoIP ilegal, jadi layanan semacam Skype diblokir oleh pemerintah. Oh ya
telepon ke PSTN/telepon rumahan di UAE gratis lho.
- Biaya Internet, TV, Telepon rumah:
Berhubung saya gak hobi TV (bahkan saya tidak punya TV sampai skrg), akhirnya langganan kabel TV pun
tidak dimanfaatkan (Hanya langganan basic package = sktr 10 AED/bulan). Yang dipakai hanya
telepon rumah (sktr 10AED/bulan) dan Internet 1Mbps. Total habis sktr 300AED/bulan.
- Biaya DEWA (www.dewa.gov.ae) alias biaya listrik + air:
Rata-rata habis 650 AED/bulan (1,8jt sebulan) untuk kebutuhan listrik dan air.
- Biaya kesehatan
Kurang tau, karena dicover asuransi dan Alhamdulillah jarang sakit.
- Biaya jalan-jalan & belanja lain2:
Tergantung mau jalan-jalan kemana, belanja apa saja, kalau belanja emas ya berapa kg
Semoga bermanfaat