Kebohongan Merajalela pasca Gempa
Dikutip dari sebuah milis
Menambahkan tulisan mas Adie ini, saya justru kepikiran Allah sedang mulai melakukan skenario mencabuti ilmu2 Quran pelan2 dengan mewafatkan orang2 yang mukmin diantara kita….
Kebohongan yang merajalela setelah gempa
By Adie Jordan
Sun at 8:32pm
Beberapa saat setelah gempa Sumbar terjadi, banyak status di
Facebook yang mengkait-kaitkan gempa ini dengan ayat Alqur’an 17.16
yang berbunyi :
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami
perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya
menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu,
maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami),
kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Tentu saja ini membuat gerah sebahagian korban yang tertimpa
musibah ini, mereka merasa sebagai “korban yang dihakimi”.
Kenapa sampai ayat ini dijadikan vonis bahwa mereka adalah
orang-orang “berhidup mewah yang melakukan kedurhakaan kepada
Allah”.??
Hal ini sangat menggelitik bagi kami untuk mencari dari gempa yang
terjadi di Aceh 26 Desember 2004. Kenapa tidak dikaitkan dengan
satupun ayat Al-Qur’an? Berikut rekam kejadian gempa Aceh :
Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada
bujur 3.316° N 95.854° EKoordinat: 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160
km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3
menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat
dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggarai
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004
Lalu apa “Ramalan” Al Qur’an pada waktu kejadian tersebut..??
[7:58] Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan
seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya
tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran
(Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Sebenarnya yang menjadi masalah adalah dalam kaitan Ayat 17.16
yang dihubungkan, “Ahli-ahli tafsir” dadakan ini seolah olah
mengaitkan bahwa korban gempa di Padang sama dengan orang yang
dimaksud dalam Ayat 17.16 tersebut.
Apakah orang2 yang menghakimi tersebut pernah ke kota Padang atau
tinggal di kota Padang.?
Di Sumatera Barat secara umum dan Padang khususnya dalam 5 tahun
belakangan ini sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi kota yang
bertaqwa kepada Allah (setidaknya itu dari pandangan saya selama
bekerja disana). Setiap pagi ada gerakan Subuh Mubarakah dan di setiap
Masjid lantunan Asma’ul Husna terdengar hampir setiap pagi.
Lihatlah para pelajar di kota padang, selalu menggunakan busana
muslim di setiap hari dan rata-rata mereka hapal dengan Asma’ul Husna.
http://www.padang.go.id/v2/content/view/1646/1/
Apakah ini negeri yang “Durhaka kepada Allah” itu.?
Kita seharusnya sepakat bahwa negeri itu sedang disayang Allah
karena mereka sedang mendekatkan diri kepada Nya sesuai dengan Firman
Allah
[2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal
belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat.
Maka dari itu, agar teman2 dapat menyebarkan pesan ini kepada
teman lain di Facebok atau dimanapun. Marilah kita sama-sama
bertaubat, karena bisa jadi bukan mereka yang dihukum, tapi kita yang
sedang diberi kesempatan kedua.
[53:32] (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.
Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui
(tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika
kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan
dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang
bertakwa.
Wallahu’alam
Setup Call – APDU, Call Control by SIM, Call Connected Event
From UICC, it send below APDU (e.g calling +6611555678111 – it’s fake number dude)
============================================================
|—[:] COMMAND DETAILS
|—[:] Command Number: 01
|—[:] Command Type: Set Up Call
|—[:] Command Qualifier: Set up call, but only if not currently busy on another call, with redial
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: UICC
|—[:] Destination Device identity: Network
|—[:] ALPHA IDENTIFIER
|—[:] Alpha identifier details Calling…
|—[:] ADDRESS
|—[:] Type-OF-Number: International number
|—[:] Numbering-Plan-Identification: ISDN/telephony numbering plan (‘The internationalpublic telecommunication numbering plan’ and E.163 recommandation)
|—[:] Dialling number: 66 15 55 67 81 11
|—[:] Card Status: 90 00
\—[:] Raw data: D01E010301100102028183050A43616C6C696E672E2E2E0607916651557618119000
============================================================
If you already register for Call Control by SIM, then below envelope data will be available to
your SIM java applet first
============================================================
[+] APDU Command: ENVELOPE – Call control
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: Terminal
|—[:] Destination Device identity: UICC
|—[:] ADDRESS
|—[:] Type-OF-Number: International number
|—[:] Numbering-Plan-Identification: ISDN/telephony numbering plan (‘The internationalpublic telecommunication numbering plan’ and E.163 recommandation)
|—[:] Dialling number: 66 15 55 67 81 11
|—[:] CAPABILITY CONFIGURATION PARAMETERS
|—[:] 06 60 04 02 00 05 81
|—[:] LOCATION INFORMATION
|—[:] Mobile Country & Network Codes(MCC & MNC): XX XX XX
|—[:] Location Area Code(LAC): 01 96
|—[:] Cell Identity Value(Cell ID): 13 A9
|—[:] Header: 80C2000021
\—[:] Data: D41F020282810607916651557618110707066004020005811307XXXXXX019613A9
============================================================
Sorry I remove MCC/MNC information
Once it’s allowed by SIM (by Call Control by SIM envelope command), then terminal/handset
will start calling
============================================================
[+] APDU Command: TERMINAL RESPONSE
|—[:] COMMAND DETAILS
|—[:] Command Number: 01
|—[:] Command Type: Set Up Call
|—[:] Command Qualifier: Set up call, but only if not currently busy on another call, with redial
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: Terminal
|—[:] Destination Device identity: UICC
|—[:] RESULT
|—[:] RESULT DETAILS : Command performed successfully
|—[:] Header: 801400000C
\—[:] Data: 010301100102028281030100
============================================================
Once connected and you register for Call Connected Event, below event will be available to your card applet
============================================================
[+] APDU Command: ENVELOPE – Event download
|—[:] EVENT LIST
|—[:] Event list detail: Call connected
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: Network
|—[:] Destination Device identity: UICC
|—[:] TRANSACTION IDENTIFIER
|—[:] List :
|—[:] Transaction Identifier 1
|—[:] TI Flag is true TI Value : 268435448
|—[:] Header: 80C200000C
\—[:] Data: D60A190101020283811C0180
============================================================
Once finished and call disconnected, below event will be available
============================================================
[+] APDU Command: ENVELOPE – Event download
|—[:] EVENT LIST
|—[:] Event list detail: Call disconnected
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: Terminal
|—[:] Destination Device identity: UICC
|—[:] TRANSACTION IDENTIFIER
|—[:] List :
|—[:] Transaction Identifier 1
|—[:] TI Flag is false TI Value : 0
|—[:] CAUSE E0 90
|—[:] Header: 80C2000010
\—[:] Data: D60E190102020282811C01001A02E090
============================================================
Provide Local Information – IMEI APDU
From UICC to Handset:
——————————————————————————–
[+] APDU
|—[:] COMMAND DETAILS
|—[:] Command Number: 01
|—[:] Command Type: Provide Local Information
|—[:] Command Qualifier: IMEI of the terminal
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: UICC
|—[:] Destination Device identity: Terminal
|—[:] Card Status: 90 00
\—[:] Raw data: D0098103012601820281829000
Handset Response to UICC:
——————————————————————————–
[+] APDU Command
|—[:] COMMAND DETAILS
|—[:] Command Number: 01
|—[:] Command Type: Provide Local Information
|—[:] Command Qualifier: IMEI of the terminal
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: Terminal
|—[:] Destination Device identity: UICC
|—[:] RESULT
|—[:] RESULT DETAILS : Command performed successfully
|—[:] IMEI: 3A 45 02 03 03 18 38 00
|—[:] Header: 8014000016
\—[:] Data: 81030126010202828103010014083A4502030318xxxx
We get IMEI 3A 45 02 03 03 18 xx xx, sorry I override 2 latest byte
Terminal Profile APDU
Hi Javacard developer, this is for your reference on Terminal Profile APDU (in this case is Nokia N86 8MP)
[+] APDU Command: TERMINAL PROFILE
|—[:] First byte (Download)
|—[:] *Call Control send by NAA
|—[:] *Reserved by 3GPP (USSD string data object support in Call Control by USIM)
|—[:] *Timer expiration
|—[:] *Reserved by 3GPP (SMS-PP data download)
|—[:] *Menu Selection
|—[:] *Reserved by 3GPP (Cell Broadcast Data Download)
|—[:] *Reserved by 3GPP (SMS-PP data download)
|—[:] *Profile Download
|—[:] Second byte (Other)
|—[:] *Display Text
|—[:] *UCS2 Display supported
|—[:] *UCS2 Entry supported
|—[:] *Call Control by NAA
|—[:] *Reserved by 3GPP (MO Short message control)
|—[:] *Call Control by NAA
|—[:] *Call Control by NAA
|—[:] *Command Result
|—[:] Third byte (Proactive UICC)
|—[:] *Proactive UICC : REFRESH
|—[:] *Proactive UICC : POLLING OFF
|—[:] *Proactive UICC : POLL INTERVAL
|—[:] *Proactive UICC : PLAY TONE
|—[:] *Proactive UICC : MORE TIME
|—[:] *Proactive UICC : GET INPUT
|—[:] *Proactive UICC : GET INKEY
|—[:] *Proactive UICC : DISPLAY TEXT
|—[:] Fourth byte (Proactive UICC)
|—[:] *Proactive UICC : PROVIDE LOCAL INFORMATION (NMR)
|—[:] *Proactive UICC : PROVIDE LOCAL INFORMATION (MCC, MNC, LAC, Cell ID & IMEI)
|—[:] *Proactive UICC : SET UP MENU
|—[:] *Proactive UICC : SET UP CALL
|—[:] *Proactive UICC : Reserved by 3GPP (SEND USSD)
|—[:] *Proactive UICC : Reserved by 3GPP (SEND SS)
|—[:] *Proactive UICC : Reserved by 3GPP (SEND SHORT MESSAGE with 3GPP-SMS-TPDU)
|—[:] *Proactive UICC : SELECT ITEM
|—[:] Fifth byte (Event driven information)
|—[:] *Event : Idle screen available
|—[:] *Event : User activity
|—[:] *Event : Location status
|—[:] *Event : Call disconnected
|—[:] *Event : Call connected
|—[:] *Event : MT CALL
|—[:] *Proactive UICC : SET UP EVENT LIST
|—[:] Sixth byte (Event driven information extensions)
|—[:] *Event : Channel status
|—[:] *Event : Data available
|—[:] *Event : Browser termination
|—[:] *Event : Language selection
|—[:] Eighth byte (Proactive UICC)
|—[:] *Call Control by NAA
|—[:] *SETUP CALL
|—[:] *SET UP IDLE MODE TEXT
|—[:] *GET INKEY
|—[:] *Proactive UICC : PROVIDE LOCAL INFORMATION(date, time and time zone)
|—[:] *Proactive UICC : TIMER MANAGEMENT (get current value)
|—[:] *Proactive UICC : TIMER MANAGEMENT(start, stop)
|—[:] Ninth byte
|—[:] *Proactive UICC : LAUNCH BROWSER
|—[:] *Proactive UICC : LANGUAGE NOTIFICATION
|—[:] *Proactive UICC : Reserved by 3 GPP (PROVIDE LOCAL INFORMATION, Timing Advance)
|—[:] *Proactive UICC : PROVIDE LOCAL INFORMATION (language)
|—[:] *Proactive UICC : PROVIDE LOCAL INFORMATION (NMR)
|—[:] *SEND DTMF command
|—[:] *DISPLAY TEXT
|—[:] Twelfth byte
|—[:] *Proactive UICC : GET CHANNEL STATUS
|—[:] *Proactive UICC : SEND DATA
|—[:] *Proactive UICC : RECEIVE DATA
|—[:] *Proactive UICC : CLOSE CHANNEL
|—[:] *Proactive UICC : OPEN CHANNEL
|—[:] Thirteenth byte
|—[:] *GPRS
|—[:] *Number of channels supported by terminal 7
|—[:] Fourteenth byte (Screen height)
|—[:] *Screen sizing Parameters supported
|—[:] *Number of characters supported down the terminal 5
|—[:] Fifteenth byte (Screen width)
|—[:] *Number of characters supported across the terminal display : 15
|—[:] Seventeenth byte
|—[:] *UDP
|—[:] *TCP
|—[:] Twenty-first byte (Extented Launch Browser Capability)
|—[:] *CHTML
|—[:] *HTML
|—[:] *XHTML
|—[:] *WML
|—[:] Additional Profile Data In: 00
|—[:] Header: 8010000017
\—[:] Data: FFFFFFFF7F0F00DF7F00001FE2850F00030000000F0000
Launch Browser APDU
Launch Browser APDU
Hi Javacard developer, this is for your reference on Launch browser APDU
|—[:] COMMAND DETAILS
|—[:] Command Number: 01
|—[:] Command Type: Launch browser
|—[:] Command Qualifier: Launch browser if not already launched
|—[:] DEVICE IDENTITIES
|—[:] Source Device identity: UICC
|—[:] Destination Device identity: Display
|—[:] URL: 78 78 78 78 78 78 78 2e 78 78 2e 78 78
|—[:] Card Status: 90 00
\—[:] Raw data: D018010301150002028102310D787878787878782e78782e78789000
URL is 78 78 78 78 78 78 78 2e 78 78 2e 78 78 (xxxxxxx.xx.xx)
Industri Properti Dubai Turun, Harga Sewa Turun juga :)
Krisis moneter juga menghantam dubai,salah satu akibatnya adalah
banyaknya PHK di Dubai utamanya dari sektor konstruksi & properti.
Dari sudut pandang saya sebagai penyewa, ternyata ada sisi positifnya
karena jumlah supply apartemen banyak sementara jumlah penyewa turun,
jadinya harga sewa apartemen pun turun.
Salah satunya adalah apartemen saya, dari harga 110rb AED/tahun
bisa dinego jadi 65rb AED/tahun.
Cuman, konon kabarnya tunjangan rumah kita-kita pun akan segera disesuaikan
dengan kondisi pasar sekarang.
Jadi apakah bisa saving dari tunjangan rumah? Tidak tau
Nama perusahaan kok singkat banget, Du
“Du”, ya cuman 2 huruf nama perusahaan saya ini. Walau demikian sebenarnya nama perusahaan
resminya adalah Emirates Integrated Telecommunications Company PJSC. Du adalah “brand” nama
operator dan juga dipakai sebagai nama dagang di bursa saham di UAE. Dan untuk orang UAE, nama
“du” tidak asing karena di sini hanya ada 2 operator telekomunikasi, yakni etisalat dan du.
Lalu apa itu “Du”? Coba lihat-lihat websitenya di www.du.ae agar lebih mengerti
Anda bekerja di perusahaan yang punya nama perusahaan lebih singkat daripada saya?
Benefit bekerja di operator seluler di Dubai
Seringkali teman-teman bertanya, apa benefit bekerja di operator seluler di Dubai, dalam kasus saya di du (www.du.ae)?
Benefitnya cukup banyak, tapi jangan dibandingkan dengan benefit di sektor oil&gas/konstruksi yang jauh lebih dahsyat.
1. Tunjangan rumah
Fungsi tunjangan rumah adalah untuk membayar biaya sewa rumah.
Pada saat awal bergabung, maka kita akan diberikan X kali lipat dari tunjangan rumah bulanan kita
untuk digunakan membayar sewa rumah. Setelah itu, tunjangan diberikan bulanan.
Tergantung memanfaatkan tunjangan rumah ini dan kondisi pasar properti, maka kita bisa nabung atau nombok dari uang
tunjangan rumah ini.
Besarnya tergantung grade/level kita. Tapi lumayan OK lah daripada gak dikasih.
2. Tunjangan transportasi
Diberikan agar pekerja memiliki ongkos untuk pulang pergi dari kantor. Di Dubai tunjangan ini cukup untuk menyicil
pembelian mobil yang harganya memang relatif murah di Dubai.
Besarnya tergantung grade/level kita. Tapi lumayan OK lah daripada gak dikasih.
3. Tunjangan Relokasi
Diberikan berupa 20ft container untuk mengangkut barang2 dari tempat asal kita ke Dubai. Tunjangan ini tidak saya pakai
karena saya gak punya barang apa2 untuk diangkut ke Dubai dari Indonesia/Singapura. Tunjangan ini tidak bisa diuangkan
jadi kalau tidak dipakai ya hangus.
4. Tunjangan Pendidikan anak
Diberikan untuk anak kita yang berumur 4-18 tahun. Besarnya 12rb AED/year. Jumlah yang kecil di Dubai ini, namun OK lah
daripada gak dikasih
5. Tunjangan Telepon
Ya buat nelpon. Jatah saya relatif kecil tapi sejauh ini, tagihan telepon saya selalu 0, karena telepon internasional
dapat diskon 50% dan rate-nya khusus pegawai Du. Sementara telepon ke telepon rumah di Dubai juga gratis.
6. Tunjangan tiket pesawat PP ke negara asal
Patokannya tiket ekonomi menggunakan airline Emirates dengan harga tiket ekonomi termahal untuk setiap anggota keluarga.
Jadi bisa disiasati untuk menggunakan airline yang lebih murah atau ambil tiket yang lebih murah jadi bisa disimpan sisanya.
7. Tunjangan kesehatan
Berupa asuransi kesehatan, intinya biar berobat gratis untuk seluruh anggota keluarga. Asuransi meliputi seluruh negara kecuali
US/Canada. Tapi di sini ada American Hospital, jadi sama saja seperti berobat di US.
8. End of Service Benefit
Jadi suatu ketika kita mengundurkan diri, kita akan mendapatkan pesangon yang besarnya tergantung berapa lama kita sudah bekerja
di perusahaan. Minimal dihitung 21 hari kerja relatif terhadap gaji pokok bulanan
9. Jatah Cuti
– Normal Cuti: 30 Hari Kerja setaun atau 1,5 Bulan
– Cuti Haji : Kalau haji dapat cuti tambahan khusus untuk haji
– Compassionate Leave: Kalau ada famili yang meninggal maka dapat cuti 7 hari + tiket PP untuk balik ke rumah
10. Gaji Pokok + Bonus
Ya kalau gak digaji pokok, gimana bisa makan sehari2.
sekilas biaya hidup di Dubai
Sekilas tentang biaya hidup di Dubai
Setelah 9 bulan tinggal di dubai, tepatnya sejak 9 september 2008, penulis ingin berbagi informasi
tentang dubai, khususnya tentang biaya hidup di Dubai. Tulisan ini sifatnya subjektif berdasarkan
pengalaman penulis saja.
Tempat Tinggal
————–
Seperti umumnya berkelana, bekerja, bertempat tinggal di semua tempat, ongkos terbesar di Dubai
jatuhnya juga di ongkos tempat tinggal. Ada tempat yang mahal ada tempat yang murah. Tinggal dipilih
sesuai budget dan kondisi tempat tinggal.
Saat ini saya tinggal di Dubai Marina, sebuah area yang saya pilih karena banyak faktor:
1. Dekat kantor (kantor saya di Dubai Media City)
2. Dekat masjid
3. Dekat tempat makan
4. Dekat supermarket
Terlepas dari perhitungan di atas, ada hal2 baru yang semakin membuat saya senang2 saja tinggal di sini:
1. Dekat dengan stasiun Dubai Metro alias kereta KRL-nya Dubai yang akan mulai beroperasi 9/9/2009
2. Dekat dengan Mall (Marina Mall)
3. Selama 9 bulan di sini, mencari taxi sangat mudah, bahkan saya rata2 keluar dari rumah sekitar
pukul 8.30 – 8.45 untuk mencapai kantor sebelum 9.00
Dekat disini berarti saya bisa menjangkaunya dengan jalan kaki (jaraknya sktr 1 – 1,5km), mirip
dengan jarak rumah dan SMP saya dulu yang saya tempuh dengan jalan kaki juga.’
Lalu berapa sewanya waktu itu? Saat ini saya sewa apartemen (dng 1 kamar tidur)
Angka sewanya adalah 110rb AED/tahun, namun saya hanya sewa 11 bulan atau seharga sekitar 100rb AED
(kurs saat ini sktr 280jt) yang pembayarannya dilakukan 2 kali di muka.
Apakah harga ini murah? Tidak, ini adalah harga mahal, namun karena ada jatah dari kantor ya saya
ambil saja. Pilihan saya waktu itu cuman 2:
1. nyaman tapi mahal dan tidak bisa menabung dari jatah tunjangan rumah dari kantor (bahkan mungkin nombok)
2. murah sehingga tapi akan mengalami kesulitan utamanya di urusan waktu dan transportasi
Akhirnya saya pilih nomor 1, dan memang sangat terasa mahalnya, hehehehe.
Namun Dubai Marina bukan satu2nya tempat tinggal di dubai. Di sekitar kantor ada tempat2 favorit yang dihuni
teman-teman seperti The Greens, Discovery Garden, Al-Barsha, TECOM, Green Gardens dan lain sebagainya,
namun cuman di Dubai Marina saja paling dekat dengan kantor.
Terlepas dari advantage tempat tinggal saya, ada pula disadvantage tempat tinggal saya, antara lain:
1. Tinggal di tempat yang tinggi (lt. 14) kurang disukai, walau akhirnya biasa-biasa saja.
Pernah kita turun 14 lantai karena alarm kebakaran berbunyi, dan terasa tegang & capeknya, hehehehe.
2. Agak jauh dari teman-teman baik saya yang kebanyakan tinggal di The Greens (geng Hijau)
Buat anda-anda yang ingin menghemat anda bisa tinggal di tempat yang agak jauh, bahkan jauh sekalian seperti
di Sharjah.
Berita gembiranya, seiring krisis moneter, harga2 rental di Dubai turun drastis (bisa sampai 40% turunnya – konon)
Makan-Minum sehari2
——————-
Ongkos terbesar kedua setelah tempat tinggal adalah biaya makan sehari-hari. Rata-rata kita belanja menghabiskan
sekitar 3000 – 4000 AED/sebulan untuk makan sehari2.
Supermarket utama kita adalah Spinneys (http://www.spinneys.com/) yang berjarak 300m dari rumah.
Spinneys tergolong supermarket dengan harga sedikit mahal, dibanding tempat belanja yang lain semisal Lulu Hypermarket
(http://www.luluhypermarket.com/), Geant (http://geant-dubai.com/), atau Carrefour (http://www.carrefouruae.com).
Kalau dihitung dengan kasus sedang malas masak atau sedang jalan2 dan makan di luar kita bisa habiskan sampai 5000 AED/bulan
(kurs saat ini sktr 14jt rupiah).
Sekolah anak2
————-
Bagian ini saya lewatkan karena anak saya masih kecil (dibawah 2 tahun) belom bersekolah, tapi sekolah di Dubai memang
terkenal mahal.
Transportasi
————
Transportasi menggunakan taxi relatif mahal, ongkos buka pintu adalah 3 AED (8500 rupiah), setelah itu ya tergantung waktu
dan jarak tempuh. Saya sering menggunakan taxi waktu berangkat dari rumah ke kantor karena faktor malas jalan waktu pagi
dan habis sekitar 10 AED (atau 200 AED sebulan).
Transportasi menggunakan bis umum hanya 2 atau 2.5 AED (5500 rupiah) jauh dekat bayar sama.
Saya sudah beberapa kali menggunakan jasa bis umum ini, utamanya jika ingin ke daerah-daerah yang jauh semacam Bur Dubai, Deira,
tentunya untuk menghemat uang. Bisnya nyaman sekali karena ada AC-nya, sekelas bis umum di Singapura lah.
Yang kurang dari transportasi bis umum hanya karena datengnya jarang-jarang, haltenya tidak semuanya ber-AC (misal halte-halte
bis di area kantor saya (Dubai Media City) tidak ada satupun yang ada AC-nya), dan pada musim panas perlu jalan kaki
agak jauh ke haltenya (ini relatif)
Transportasi lain adalah menggunakan jasa-jasa car lifting, ibarat travel gitu lah, yang konon kabarnya bayarnya langganan bulanan.
Saya kurang tau tentang ini, tapi ini adalah opsi-opsi yang banyak dipakai oleh rekan-rekan yang tempat tinggalnya jauh dari kantor
untuk hemat waktu dan duit. Dan juga jasa-jasa car lifting gelap, jadi orang punya mobil trus nawarin tumpangan tapi bayar, yang ini
saya kadang pakai
.
Transportasi lain adalah kereta (Dubai Metro), ini belom ada karena baru mau beroperasi.
Intinya ongkos transportasi bisa mahal, bisa murah, bisa susah, bisa mudah tergantung letak rumah anda dan kantor anda.
Transportasi favorit jelas adalah mobil sendiri
, namun kalau sudah masuk area mendapatkan SIM alias surat ijin mengemudi,
maka urusannya jadi ribet dan mahal (saya pribadi sudah habis gak kurang dari 7K AED untuk mendapatkan SIM, lebih murah kalau anda sudah
pernah punya SIM > 1 tahun dan tidak mengambil kelas VIP).
Mobil pribadi menjadi pilihan kebanyakan orang karena harganya juga tidak mahal. Contohnya adalah
- Honda Accord (Standard Option) 2009, 3.5 L di Dubai hanya 100rb AED atau sktr 280jt rupiah, sementara di Indonesia, mulai 700jt rupiah
Selisih harga ini mirip2 dengan Toyota Camry di Dubai vs di Indonesia
- Toyota Land Cruiser 2009 bisa didapat dari harga 150rb-an AED atau mulai 450jt rupiah, sementara di Indonesia harganya mulai 1,5 Milyard rupiah
Selain harganya yang tidak mahal, mobil bisa dibeli dengan kredit/hutang kepada bank yang juga mudah diperoleh (tapi saat ini lebih susah).
Middle East memang surganya mobil kata beberapa teman, mobil bukan barang mewah di sini kecuali mobilmu adalah model2 kelas atas dari
merk semacam Porsche, Ferarri, Lamborghini, Bentley, Mercedes Benz, BMW.
Intinya untuk mobil pribadi di dubai, SIM-nya susah & mahal, tapi mobilnya terjangkau
.
Lain-lain
———
Biaya lain2 antara lain:
- Biaya Telepon:
Ini saya kurang tau, habisnya saya kalau nelpon gratis sih. Telepon ke rumah di Indonesia pun
dapat tarif khusus sehingga, tunjangan telepon masih mencukupi (alias gratis). Perlu dicatat
di UAE, layanan VoIP ilegal, jadi layanan semacam Skype diblokir oleh pemerintah. Oh ya
telepon ke PSTN/telepon rumahan di UAE gratis lho.
- Biaya Internet, TV, Telepon rumah:
Berhubung saya gak hobi TV (bahkan saya tidak punya TV sampai skrg), akhirnya langganan kabel TV pun
tidak dimanfaatkan (Hanya langganan basic package = sktr 10 AED/bulan). Yang dipakai hanya
telepon rumah (sktr 10AED/bulan) dan Internet 1Mbps. Total habis sktr 300AED/bulan.
- Biaya DEWA (www.dewa.gov.ae) alias biaya listrik + air:
Rata-rata habis 650 AED/bulan (1,8jt sebulan) untuk kebutuhan listrik dan air.
- Biaya kesehatan
Kurang tau, karena dicover asuransi dan Alhamdulillah jarang sakit.
- Biaya jalan-jalan & belanja lain2:
Tergantung mau jalan-jalan kemana, belanja apa saja, kalau belanja emas ya berapa kg
Semoga bermanfaat
Lock/Unlock Javacard Applet
Sometime we need to disable a javacard applet inside the SIMCard without remove it. Once disabled, later we may want to activate it again. Global Platform spec define a way to do this. Let say we have javacard application with AID A00000001840840000, to lock it simply this command through GSM 03.48 envelope command to SIMcard: 80F0408309A00000001840840000 Meanwhile, once locked/disabled, simply send this GP command to enable it: 80F0400309A00000001840840000 Detail: 0x80: CLA 0xF0: INS for SET STATUS command 0x40: To indicate that this is a javacard applet application 0x83: Set to locked meanwhile 0x03: set to unlocked (state: SELECTABLE) 0x09: Length of AID to disabled/enabled is 9 bytes A00000001840840000: this is the AID of applet